Headlines News :
Home » , » Cerita Dibalik Terjadinya Eluh (Air Mata) bru Tinambunen (bagian 1)

Cerita Dibalik Terjadinya Eluh (Air Mata) bru Tinambunen (bagian 1)

Ditulis Oleh: Unknown Pada Sunday, June 9, 2013 | 3:37 PM

Eluh bru Tinambunen : Eluh dalam bahasa Pakpak yang berarti “Air Mata”, sedangkan Tinambunen merupakan salah satu marga Suku Pakpak yang banyak kita jumpai di Kecamatan Parlilitan (Suak Klasen) Kab. Humbahas, Sumatera Utara. Eluh bru Tinambunen yang terdapat di Delleng Simpoon (pegunungan), atau perbatasan Kab. Humbahas dan Kab. Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Menurut cerita, Eluh bru Tinambunen terjadi ketika seorang putri dari keluarga marga Tinambunan yang sangat cantik jelita, dilamar oleh kelurga kaya raya. Tetapi putri (bru Tinambunen) tersebut menolak, dan tidak mau menikah dengan anak dari keluarga kaya raya tersebut. Berbagai upaya dilakukan kedua belah pihak keluarga agar bru Tinambunen mau menikah.

Hingga pada suatu ketika (malam hari) bru Tinambunen sedang tidur lelap. Dan kesempatan itupun dimanfaatkan oleh kedua belah pihak keluarga untuk membawa bru Tinambunen ke rumah pihak laki-laki untuk dijadikan sebagai menantunya melalui/melewati Delleng Simpoon. Sesampainya di puncak Delleng Simpoon bru Tinambunen terbangun dari tidurnya. Dia menyadari bahwa dirirnya telah dibawa keluarga laki-laki dan akan dijadikan sebagai menantu.

Dia bahkan tidak tau jalan pulang kerumah orang tuannya, karna dia "diculik" pada malam hari. menyadari hal tersebut, bebrapa saat kemudian bru Tinambunen-pun merenungi nasipnya dan menangis dengan cucuran air mata, dan saat itulah Eluh bru Tinambunen terbentuk dalam sebuah lubuk kecil, persis di pinggir jalan dan tidak pernah kering hingga saat ini. bersambung . . . 
Share this article :

0 comments:

Tinggalkan Komentar

Bila anda berkomentar, dimohon untuk tidak menempelkan LINK.... ! Terimakasih Atas Kerjasamanya.

 
@PAKPAK MEDIA | Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger